Pembagian Kelas Api dalam Kebakaran.
Pembagian kelas api dalam kebakaran digunakan untuk mengelompokkan jenis kebakaran berdasarkan bahan yang terbakar. Ini penting karena setiap kelas membutuhkan metode pemadaman yang berbeda. Berikut klasifikasinya:
🔥 Kelas A
Bahan padat mudah terbakar (non-logam)
- Contoh: kayu, kertas, kain, plastik
- Cara pemadaman: air, busa (foam), atau APAR serbuk (dry chemical)
🔥 Kelas B
Cairan atau gas mudah terbakar
- Contoh: bensin, solar, alkohol, LPG
- Cara pemadaman: busa (foam), karbon dioksida (CO₂), atau serbuk kimia
⚠️ Tidak disarankan menggunakan air karena bisa menyebarkan api
🔥 Kelas C
Kebakaran listrik (bertegangan)
- Contoh: panel listrik, kabel, peralatan elektronik
- Cara pemadaman: CO₂ atau serbuk kimia
⚠️ Hindari air karena bisa menyebabkan sengatan listrik
🔥 Kelas D
Logam mudah terbakar
- Contoh: magnesium, aluminium, natrium
- Cara pemadaman: serbuk khusus (dry powder khusus logam)
⚠️ Air sangat berbahaya karena dapat memicu reaksi hebat
🔥 Kelas K (atau F di beberapa negara)
Minyak dan lemak masak
- Contoh: minyak goreng di dapur
- Cara pemadaman: bahan kimia basah (wet chemical)
⚠️ Air tidak boleh digunakan karena bisa menyebabkan ledakan minyak
Ringkasan Cepat:
- A: Padat biasa
- B: Cair/gas
- C: Listrik
- D: Logam
- K/F: Minyak masak
Administrator